5 Tips Unik Untuk Menulis Konten Yang Menjual

Daftar Isi

Rahasia menulis konten pemasaran yang bagus dan menjual diawali oleh:

1. Pemasaran Langsung VS Pemasaran Tidak Langsung

Keputusan apakah produk Anda akan dipasarkan secara langsung atau tidak akan berpengaruh besar pada jenis konten penjualan yang harus Anda siapkan.

Pada dasarnya konten untuk pemasaran tidak langsung tidak to the point menunjukkan produk atau jasa. Juga tidak menggunakan kata-kata promosi secara gencar. Namun konten tetap bertujuan agar calon konsumen tertarik. Bersedia memasukkan alamat email sehingga Anda bisa melancarkan promosi lebih lanjut.

Tipe penjualan seperti cocok untuk membangun relasi jangka panjang. Juga untuk membangun citra merek dan produk Anda. Jika Anda ingin menggunakan pemasaran jenis ini, berikut adalah 4 tips penting dalam penulisan kontennya.

Gunakan judul dan gambar yang mencolok dan menarik perhatian pembaca. Terutama calon konsumen potensial Anda.

Bangun hubungan dengan calon konsumen secara perlahan-lahan. Jangan langsung dibombardir dengan promosi, mereka akan kabur jauh-jauh. Utamakan hubungan yang terbangun dengan proses, kuat dan terikat.

Usahakan konten Anda mengarah kepada penjualan langsung.

Coba gunakan berbagai strategi sebagai uji coba. Lihat cara apa yang paling berhasil mempengaruhi calon konsumen Anda.

Konten dalam penjualan langsung mengarah langsung pada tindakan. Dengan menggunakan kalimat call to action (CTA). Hasil yang diharapkan adalah terjadinya transaksi penjualan saat itu juga. Jenis konten yang paling cocok biasanya bebas dari informasi sampingan yang kurang berguna.

Sebuah tulisan yang pendek, merayu calon konsumen dengan persuasif. Menggiring emosi dan fokus calon konsumen sehingga mereka ingin cepat-cepat membeli produk Anda.

Jika Anda ingin menggunakan jenis pemasaran ini, berikut 4 faktor penting yang harus diingat:

Gunakan informasi yang dapat menarik perhatian calon konsumen

Pakai kata-kata yang menggiring emosi mereka. Misalnya ?Promo ini hanya berlaku tiga jam lagi! Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin.?

Hubungkan produk atau layanan yang Anda tawarkan dengan perasaan calon konsumen. Misalnya ?Panci ini bisa menggoreng 4 jenis makanan sekaligus! Bunda nggak perlu lagi repot dan buru-buru menyiapkan sarapan di pagi hari.?

Ungkapkan alasan logis kenapa calon konsumen Anda memerlukan produk dan jasa yang Anda tawarkan.

2. Sifat Dan Karakter Pelanggan Anda

Langkah selanjutnya dalam menulis konten penjualan yang meyakinkan dan menjual adalah menetapkan siapa konsumen Anda. Serta siapa yang sudah Anda prospek untuk membeli produk dan jasa Anda.

Pelanggan yang diprospek lebih dari sekadar audiens biasa. Hasilnya lebih kepada sifat dan karakter individu. Ambil waktu untuk mencermati kembali apa alasan konsumen memilih produk dan jasa Anda.

Lalu coba dorong mereka agar terikat dan akhirnya menjadi pelanggan.

Contohnya, jika Anda menargetkan sebuah produk untuk wanita yang berprofesi guru. Dengan rentang usia 25 hingga 40 tahun. Beberapa cirinya adalah mereka menyukai anak-anak, gemar membaca dan berbicara, serta (nurturing) secara alami.

Anda juga mendapat informasi bahwa mereka bekerja dari Senin hingga Jumat. Serta mendapatkan libur panjang setiap akhir semester.

Saat Anda mencari tahu lebih dalam tentang gaya hidup, kebutuhan dan keinginan konsumen, Anda akan bisa menyusun konten yang lebih persuasive dan menjual.

3. Menawarkan Produk Yang Tidak Dimiliki Pesaing

Melemparkan produk begitu saja ke tengah lautan persaingan akan menyulitkan Anda mendapatkan pembeli. Tapi jika Anda bisa menunjukkan keunikan produk pada khalayak. Lalu meyakinkan mereka bahwa keunikan itu membuat produk Anda lebih unggul daripada pesaingnya, Anda bisa saja mendapatkan penjualan yang tinggi.

Tidak ada ruginya untuk mencoba mempelajari produk pesaing Anda. teliti dan cermat seperti apa produk mereka. Apa keunggulannya, apa yang membuatnya dipilih oleh pembeli. Bagaimana tingkat kepuasan konsumen atas produk tersebut, apa keunikannya, dll. Cara paling mudah untuk melakukan hal tersebut adalah dengan membaca review konsumen di marketplace atau situs jual beli. Amazon, Shopee, atau Tokopedia misalnya.

Dengan memahami apa pendapat pembeli terhadap produk pesaing, Anda akan mendapatkan cara untuk membuat produk yang lebih baik dari mereka.

4. Definisikan Gaya Konten Anda

Menggunakan tone of voice yang tepat saat menulis konten penjualan sangat penting. Terutama jika Anda menawarkan produk jasa atau pelayanan. Konten pemasaran adalah corong perusahaan Anda untuk membangun hubungan baik dengan konsumen dan calon konsumen. Tone of voice yang tepat akan membangun kepercayaan konsumen dan melanggengkan hubungan tersebut.

Jadi, tone of voice itu adalah rangkaian kata-kata. Karakter perkataan baik lisan maupun tulisan yang mewakili brand Anda. Disampaikan kepada audiens Anda melalui berbagai platform.

Bayangkan ketika Anda membaca novel. Saat dialog seorang tokoh menggunakan bahasa santai, lucu dan ringan, Anda akan terbayang bahwa karakternya humoris dan supel. Tokoh lainnya yang menggunakan bahasa baku dan datar akan terbayang sebagai seorang yang kaku dan serius.

Seperti itu pula tulisan konten Anda. Karena sedianya Anda juga sedang berdialog dengan audiens Anda, bukan? jika Anda ingin branding yang ramah dan santai, membangun kedekatan dan kepercayaan ?layaknya teman? dengan konsumen, misalnya. Maka gunakanlah bahasa sehari-hari yang juga santai dan akrab dengan audiens.

Oke, kita coba lihat dengan contoh langsung, ya. Di bawah ini ada dua jenis tone of voice untuk menawarkan sebuah selimut.

Tone 1: Selimut yang mewah, lembut dan hangat ini akan membuat Anda tetap nyaman sepanjang malam. Terbuat dari wol domba Australia asli yang blablabla?

Tone 2: Kedinginan sepanjang malam? Oh, nggak lagi, dong. Coba deh selimut yang hangat dan nyaman dari wol domba Australia ini. Lembut banget, bikin kamu betah rebahan semalaman dan blablabla?

Terlihat perbedaannya, bukan? Informasi yang diberikan sama. Tujuannya juga sama. Tapi gaya bahasa penulisan yang berbeda akan ?memperdengarkan? suara yang berbeda di benak pembacanya.

Nah, Anda tinggal mempelajari bagaimana citra yang ingin Anda bangun atas merek dan produk Anda. Pilih tone of voice yang cocok dengan pencitraan tersebut, dan gunakan secara konsisten di tiap postingan konten Anda. dimanapun dan kapanpun Anda mengunggahnya.

5. Pastikan Konten Anda Terlihat

Baik, jujur saja. Sebagus dan sebaik apapun konten Anda, audiens hanya membaca sekitar 16 persennya saja. berbelanja secara online didesain agar cepat dan mudah. Jadi pastikan konten pemasaran Anda mudah dimengerti walau hanya dibaca sedikit saja.

Baca kembali keseluruhan konten dan pastikan kata kuncinya di-highlight. Pastikan pembacanya akan langsung mengerti tujuan pemasaran Anda. Gunakan heading dan sub heading, bullet point atau urutan menggunakan angka. Jika Anda menggunakan infografis dan video, pilihan font yang menarik juga sangat penting.

Pertanyaan Pamungkas Untuk Anda

Setelah memahami 5 tips unik untuk menulis konten yang menjual di atas. Ada beberapa pertanyaan pamungkas yang harus Anda tanyakan pada diri sendiri. Terutama sebelum mengunggah konten Anda.

Apa Anda sudah memasukkan semua keunggulan dan keunikan produk dan jasa Anda ke dalam konten?

Apakah konten Anda sudah sesuai dan terfokus pada sifat karakter pembacanya? Misalnya, kata ganti apa yang Anda pakai? Anda, kamu atau kita?

Apa tiap kalimatnya efektif dan mudah dibaca?

Coba bacakan nyaring konten yang Anda tulis. Apa banyak kata yang membuat lidah ?keseleo?? Atau mungkin ada kata-kata yang bermakna ganda atau ambigu?

Menulis konten pemasaran yang baik harus disesuaikan dengan produk Anda. Baik barang maupun jasa. Juga sesuai dengan gaya dan karakter konsumen. Fokuslah untuk membuat artikel yang berbicara kepada audiens Anda. Lalu tambahkan teknik penulisan konten yang sesuai.