Quick Insight
| Di mana istilah ini digunakan | Siapa yang menggunakan istilah ini |
| Manajemen domain dan hosting | Web Developer |
| Strategi branding dan SEO internasional | SEO Specialist |
| Domain untuk bisnis online | Digital Marketer |
| Multi regional & multilingual site management | IT Administrator |
Glossary Content
Definisi Singkat: Top-Level Domain (TLD) adalah bagian terakhir dari sebuah domain yang muncul setelah titik terakhir, seperti .com, .org, .net, .id, atau .gov.
Main Content: Top-Level Domain (TLD) adalah elemen penting dari struktur domain yang membantu mengidentifikasi tujuan atau lokasi website.
TLD dikelola oleh ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) dan memiliki beberapa kategori utama berdasarkan fungsi dan penggunaannya. Sebagai contoh, dalam domain www.example.com, bagian “.com” adalah TLD.
Jenis-Jenis Top-Level Domain (TLD)
1. Generic Top-Level Domain (gTLD): TLD yang tidak terikat dengan negara tertentu dan dapat digunakan secara global.
Contoh:
- .com → Komersial (paling umum digunakan).
- .org → Organisasi non-profit.
- .net → Jaringan atau infrastruktur internet.
- .info → Website berbasis informasi.
- .biz → Bisnis dan e-commerce.
2. Country Code Top-Level Domain (ccTLD): TLD yang ditujukan untuk negara atau wilayah tertentu. Biasanya digunakan oleh bisnis atau organisasi yang beroperasi di negara tersebut.
Contoh:
- .id → Indonesia
- .us → Amerika Serikat
- .uk → Inggris
- .de → Jerman
- .jp → Jepang
3. Sponsored Top-Level Domain (sTLD): TLD yang dikelola oleh organisasi tertentu dan memiliki regulasi khusus.
Contoh:
- .gov → Pemerintahan
- .edu → Institusi pendidikan
- .mil → Militer
- .museum → Museum resmi
- .aero → Industri penerbangan
4. New gTLDs (nTLDs): TLD yang lebih baru dan lebih spesifik, sering digunakan untuk branding.
Contoh:
- .shop → Toko online
- .tech → Perusahaan teknologi
- .blog → Website blog
- .online → Bisnis online umum
- .xyz → Alternatif kreatif untuk domain umum
Bagaimana TLD Mempengaruhi SEO?
- Penggunaan ccTLD Membantu Targeting Geografis: Google menggunakan ccTLD sebagai sinyal bahwa website ditujukan untuk pengguna di negara tertentu.
Com Masih Menjadi TLD yang Paling Kuat Secara SEO. Jika memungkinkan, gunakan .com sebagai domain utama.(.com) memiliki kredibilitas tinggi dan lebih sering diklik oleh pengguna.
Contoh:
- www.toko-online.id → Lebih relevan untuk pengguna di Indonesia.
- www.toko-online.de → Lebih cocok untuk pengguna di Jerman.
- nTLD Bisa Mempengaruhi Click-Through Rate (CTR): Domain seperti .shop, .tech, atau .blog bisa membuat website lebih menarik, tetapi masih kurang populer dibandingkan .com.
- TLD Tidak Secara Langsung Mempengaruhi Ranking, Tetapi Mempengaruhi Trust: Google telah menyatakan bahwa tidak ada preferensi algoritmik untuk gTLD tertentu. Namun, pengguna cenderung lebih percaya website dengan TLD .com, .org, atau .net dibandingkan TLD yang kurang dikenal.
- TLD Khusus Bisa Meningkatkan Branding
Contoh:
- www.nike.store lebih menarik dibandingkan www.nikestore.com untuk toko online.
- www.blockchain.tech bisa lebih kredibel untuk website teknologi blockchain.
Cara Memilih TLD yang Tepat untuk SEO dan Branding
- Gunakan .Com Jika Tersedia: .com masih menjadi pilihan utama karena mudah diingat dan lebih terpercaya.
- Gunakan ccTLD untuk Target Pasar Lokal: Jika bisnis Anda beroperasi di satu negara, gunakan ccTLD seperti .id (Indonesia), .uk (Inggris), atau .jp (Jepang).
- Hindari TLD yang Tidak Umum untuk Website Bisnis Serius: TLD seperti .xyz, .top, .club sering digunakan oleh website spam, sehingga bisa menurunkan kepercayaan pengguna.
- Gunakan nTLD Jika Relevan dengan Bisnis Anda
Contoh:
- .tech untuk perusahaan teknologi.
- .shop untuk e-commerce.
- .blog untuk website berbasis konten.
- Pastikan TLD Tidak Memiliki Sejarah Spam: Gunakan Google Transparency Report untuk mengecek apakah domain sebelumnya digunakan untuk spam.
Contoh Implementasi TLD yang Baik untuk SEO
- Perusahaan Global: www.apple.com (Menggunakan .com untuk global branding).
- Bisnis Lokal: www.tokopedia.id (.id menargetkan audiens di Indonesia).
- E-commerce Khusus: www.nike.store (.store digunakan untuk bisnis ritel online).
- Blog & Konten: https://neilpatel.com/blog/ (.blog untuk website yang fokus pada pemasaran digital).
Kesalahan Umum dalam Pemilihan TLD
- Memilih TLD yang Sulit Dikenali oleh Pengguna: .xyz, .top, atau .win sering digunakan untuk domain spam dan bisa mengurangi kredibilitas website.
- Tidak Menggunakan ccTLD Saat Menargetkan Negara Tertentu: Jika target pasar adalah Indonesia, lebih baik menggunakan .id daripada .com tanpa target lokal.
- Tidak Memeriksa Ketersediaan dan Hak Merek: Jangan memilih TLD alternatif jika merek Anda sudah digunakan dengan .com oleh perusahaan lain.
- Menggunakan TLD Berbayar Mahal yang Tidak Diperlukan: Beberapa nTLD memiliki harga mahal tanpa manfaat SEO yang signifikan.
Manfaat Menggunakan TLD yang Tepat untuk SEO
- Meningkatkan Kepercayaan dan Kredibilitas: TLD yang baik akan membuat website terlihat lebih profesional.
- Meningkatkan CTR di SERP: Pengguna lebih cenderung mengklik domain dengan TLD yang dikenal.
- Membantu Targeting Geografis (ccTLD): ccTLD membantu website muncul di hasil pencarian lokal.
- Menyesuaikan Domain dengan Branding: nTLD dapat membantu menyesuaikan domain dengan industri atau tujuan website.
Key Insights or Use Cases
- Aplikasi Praktis: SEO Specialist memilih TLD yang sesuai dengan strategi optimasi. Digital Marketer memastikan domain mudah diingat dan dipercaya. Web Developer mengkonfigurasi domain dengan ccTLD untuk website lokal. IT Administrator mengelola pengaturan DNS dan keamanan domain.
- Kesalahpahaman Umum: Banyak yang mengira TLD mempengaruhi ranking secara langsung, padahal Google lebih fokus pada konten dan backlink daripada TLD itu sendiri.
Kesimpulan
Top-Level Domain (TLD) adalah bagian penting dari struktur URL yang dapat mempengaruhi brand trust, CTR, dan strategi SEO internasional. Memilih TLD yang tepat akan membantu meningkatkan visibilitas dan kepercayaan pengguna di mesin pencari.


