Skip links

Topical Relevance

Quick Insight

Di mana istilah ini digunakanSiapa yang menggunakan istilah ini
Content strategist berbasis topikSEO Specialist
Optimasi keyword dan entity-based SEOContent Strategist
Panduan silo structureDigital Marketer
Pengembangan topic authorityWeb Publisher

Glossary Content

Definisi Singkat: Topical Relevance adalah konsep SEO yang mengukur seberapa relevan suatu halaman atau website terhadap topik tertentu, berdasarkan struktur konten, kata kunci terkait, dan keterkaitan antar halaman.

Main Content: Topical Relevance (Relevansi Topikal) adalah salah satu faktor penting dalam algoritma Google yang menentukan apakah suatu halaman benar-benar relevan dengan suatu topik atau hanya sekadar menyebutkan kata kunci (keyword). 

Google tidak hanya melihat frekuensi kata kunci (keyword density), tetapi juga hubungan antar konsep dan keterkaitan halaman dalam satu topik yang lebih luas.

Contoh sederhana:

  • Website A memiliki artikel “Cara Menanam Tomat”, tetapi hanya mengandung kata kunci utama tanpa membahas aspek terkait.
  • Website B memiliki artikel yang sama, tetapi juga membahas perawatan, jenis tanah terbaik, pupuk yang digunakan, dan tips panen.
  • Website B lebih relevan secara topikal dan kemungkinan besar mendapatkan peringkat lebih tinggi.

Bagaimana Google Menilai Topical Relevance?

  1. Kualitas dan Kedalaman Konten: Artikel yang membahas suatu topik secara mendalam lebih relevan dibandingkan artikel pendek yang hanya menargetkan kata kunci (keyword).
  2. Keterkaitan Antar Halaman (Internal Linking): Google melihat hubungan antara halaman dalam satu website untuk menilai keahlian di suatu topik. Contoh:
    • Artikel utama: “Panduan SEO untuk Pemula”
    • Artikel pendukung: “Apa Itu Backlink?”, “On-Page SEO vs. Off-Page SEO”, “Cara Menggunakan Google Search Console”

Dengan internal linking yang baik, Google akan mengenali website sebagai otoritas dalam bidang SEO.

  1. Keyword Clustering dan LSI Keywords (Latent Semantic Indexing): Google menggunakan keyword semantik untuk memahami konteks suatu topik.

Jika halaman membahas “SEO”, Google juga akan mencari kata-kata seperti “backlink”, “crawling”, “Google Algorithm”, dll.

  1. Struktur Siloing untuk Mengelompokkan Topik: Mengelompokkan konten ke dalam kategori atau silo membantu meningkatkan relevansi topikal. Dengan struktur ini, Google memahami bahwa website memiliki otoritas di bidang SEO.

Contoh struktur silo dalam website SEO:

diff

– SEO (Kategori Utama)  ├── Panduan SEO Pemula  ├── Cara Riset Kata Kunci  ├── Link Building Strategies  ├── Algoritma Google Terbaru
  1. E-A-T (Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness): Google menilai seberapa kredibel suatu website berdasarkan keahlian dan otoritas dalam membahas suatu topik. Artikel dari pakar yang diakui akan lebih bermanfaat dibandingkan artikel dari sumber yang tidak jelas.

Mengapa Topical Relevance Penting dalam SEO?

  • Meningkatkan Kemungkinan Peringkat di SERP: Website yang memiliki konten yang relevan secara menyeluruh lebih mungkin mendapat peringkat tinggi dibandingkan website yang hanya mengincar kata kunci tertentu.
  • Mendukung Strategi Keyword Clustering: Dengan memahami hubungan antar kata kunci, Anda dapat membuat konten yang lebih komprehensif.
  • Meningkatkan Waktu Kunjungan dan Engagement: Pengguna akan menghabiskan lebih banyak waktu di website jika mereka menemukan konten tambahan yang relevan.
  • Mengurangi Bounce Rate: Konten yang relevan akan membuat pengguna lebih lama berada di website dan mengeksplorasi halaman lainnya.
  • Memperkuat Otoritas di Bidang Tertentu: Google akan mengenali website yang memiliki banyak konten berkualitas dalam satu topik sebagai otoritas dalam bidang tersebut.

Cara Meningkatkan Topical Relevance untuk SEO

  1. Buat Konten yang Mendalam & Berhubungan: Jangan hanya membuat satu artikel tentang topik tertentu, buat juga artikel pendukung yang membahas aspek-aspek lainnya.
  2. Gunakan Internal Linking Secara Strategis: Pastikan setiap halaman dalam topik yang sama saling terhubung untuk memperkuat relevansi.

Contoh:

html

<a href=”https://example.com/apa-itu-seo”>Pelajari lebih lanjut tentang dasar-dasar SEO</a>
  1. Gunakan Keyword Clustering
    • Identifikasi kata kunci yang berkaitan dan gunakan dalam berbagai artikel untuk membangun relevansi.
    • Contoh: Topik Utama: “SEO”. Maka Keyword Clustering:
      • “On-Page SEO”
      • “Off-Page SEO”
      • “Technical SEO”
      • “Google Algorithm”
  2. Gunakan Struktur Silo: Kelompokkan konten dalam kategori yang jelas agar mesin pencari lebih mudah memahami hierarki website.
  3. Tambahkan Schema Markup untuk Menjelaskan Topik dengan Lebih Baik: Gunakan structured data seperti FAQ Schema, Article Schema, dan Breadcrumbs untuk membantu Google memahami konten.
json

{  “@context”: “https://schema.org”,  “@type”: “Article”,  “headline”: “Apa Itu Topical Relevance?”,  “author”: {    “@type”: “Person”,    “name”: “John Doe”  },  “datePublished”: “2024-02-18”}
  1. Gunakan LSI Keywords dalam Konten: Gunakan sinonim dan frasa yang berkaitan dengan kata kunci utama. Contoh untuk topik “SEO”:
    • Kata-kata yang relevan: “Google ranking”, “search engine optimization”, “technical SEO”, “backlink strategy”.
  2. Perbarui Konten Lama dan Hubungkan dengan Artikel Baru: Jangan biarkan artikel lama tanpa pembaruan. Tambahkan internal link ke konten terbaru untuk menjaga relevansi.

Kesalahan Umum dalam Topical Relevance

  • Hanya Fokus pada Kata Kunci Utama Tanpa Konteks yang Luas: SEO modern tidak hanya mengandalkan keyword density, tetapi juga hubungan antar konsep.
  • Tidak Menggunakan Internal Linking dengan Benar: Artikel yang berdiri sendiri tanpa koneksi ke konten lain akan sulit mendapatkan topical authority.
  • Konten yang Dangkal dan Tidak Mendalam: Artikel yang hanya berisi 300-500 kata tanpa penjelasan atau informasi yang mendalam akan sulit bersaing.
  • Mengabaikan Struktur Website yang Logis: Jika halaman tidak terstruktur dengan baik, Google akan kesulitan memahami hubungan antar konten.

Manfaat Meningkatkan Topical Relevance

  • Meningkatkan Ranking di Google: Konten yang relevan secara menyeluruh lebih disukai oleh algoritma Google.
  • Meningkatkan Trafik Organik: Dengan mencakup lebih banyak aspek dari suatu topik, Anda bisa menjangkau lebih banyak pencarian terkait.
  • Mempermudah Indeksasi oleh Google: Google lebih mudah mengindeks website dengan struktur yang jelas dan relevan secara topikal.
  • Meningkatkan Konversi dan Engagement Pengguna: Pengguna lebih mungkin membaca lebih banyak halaman jika kontennya saling berhubungan.

Kesimpulan

Topical Relevance adalah strategi SEO yang berfokus pada membangun keterkaitan antar halaman dalam satu topik. Dengan menerapkan konten yang mendalam, struktur silo, internal linking, dan keyword clustering, website Anda bisa mendapatkan peringkat lebih tinggi dan dianggap sebagai otoritas dalam suatu bidang.

Ingin mendominasi di dunia digital? Sebagai SEO Agency berpengalaman, kami siap memberikan layanan jasa SEO, jasa pembuatan website, dan landing page, secara profesional & transparan. Kontak kami untuk booking sesi konsultasi gratis.