Quick Insight
| Di mana istilah ini digunakan | Siapa yang menggunakan istilah ini |
| Manajemen navigasi website | Web Developer |
| Strategi SEO on-page | SEO Specialist |
| Optimasi user experience (UX) | UX Designer |
| Content strategies & internal linking | Content Strategist |
Glossary Content
Definisi Singkat: Website Structure adalah susunan hierarki dan navigasi halaman dalam sebuah website yang mempengaruhi pengalaman pengguna (User Experience/UX) dan kinerja SEO.
Main Content: Website Structure menentukan bagaimana halaman-halaman dalam sebuah website diatur dan terhubung. Struktur yang baik akan mempermudah navigasi website bagi pengguna serta membantu Google dalam mengindeks halaman dengan lebih efisien.
Struktur website yang buruk dapat menyebabkan pengalaman pengguna yang buruk, indeksasi yang lambat, dan peringkat yang lebih rendah di mesin pencari.
Jenis Website Structure yang Umum dalam SEO
- Hierarchical Structure (Struktur Hirarki) – Paling Umum untuk SEO: Mengorganisir halaman dalam bentuk piramida, dengan homepage di bagian atas, diikuti oleh kategori utama, sub-kategori, dan halaman individu. Contoh Struktur Hirarki:
| vbnet Home├── Kategori A│ ├── Sub-Kategori A1│ ├── Sub-Kategori A2│ ├── Halaman Produk A3├── Kategori B│ ├── Sub-Kategori B1│ ├── Halaman Produk B2 |
Keunggulan:
- Memudahkan navigasi dan pengalaman pengguna.
- Google dapat mengindeks halaman dengan lebih cepat.
Flat Structure (Struktur Datar) – Cepat dan Efisien
- Semua halaman utama dapat diakses dalam 2-3 klik dari homepage.
- Cocok untuk website dengan sedikit halaman atau landing page minimalis.
- Keunggulan:
- Mengurangi kedalaman klik untuk akses yang lebih cepat.
- Ideal untuk website one-page website atau blog kecil.
- Silod Structure (SEO Silo) – Struktur Konten Berbasis Topik: Mengelompokkan konten berdasarkan topik utama (silo), lalu membangun hubungan internal yang kuat di dalam silo tersebut. Contoh Struktur Silo:
| graphql Home├── SEO│ ├── Panduan SEO On-Page│ ├── Teknik Link Building│ ├── Strategi SEO Konten├── Digital Marketing│ ├── Panduan Google Ads│ ├── Social Media Marketing |
Keunggulan:
- Meningkatkan relevansi konten di dalam silo.
- Google lebih mudah memahami hubungan antar halaman.
- Matrix Structure (Struktur Matriks) – Fleksibel dan Berbasis Internal Linking : Struktur yang menghubungkan halaman berdasarkan hubungan topik, tanpa mengikuti hirarki ketat. Banyak digunakan dalam Wikipedia dan blog besar.
Keunggulan: Meningkatkan waktu kunjungan dengan internal linking yang kuat.
Lebih fleksibel untuk topik yang saling berhubungan.
Mengapa Website Structure Penting dalam SEO?
- Membantu Mesin Pencari dalam Crawling & Indexing: Struktur yang rapi membuat Googlebot lebih mudah menjelajahi halaman website.
- Meningkatkan Pengalaman Pengguna (UX): Navigasi yang jelas mengurangi bounce rate dan meningkatkan engagement.
- Memaksimalkan Internal Linking untuk SEO: Internal linking yang baik membantu distribusi link juice ke seluruh halaman.
- Meningkatkan Authority Halaman yang Kurang Populer: Halaman baru atau kurang populer bisa mendapatkan otoritas dari halaman lain yang lebih kuat.
- Mengurangi Duplicate Content & Canonical Issues: Struktur yang jelas mencegah masalah duplicate content, terutama di e-commerce.
Cara Membuat Website Structure yang SEO-Friendly
- Gunakan Struktur Hirarki yang Jelas: Mulai dengan homepage → kategori → sub-kategori → halaman individu.
- Pastikan Semua Halaman Dapat Diakses dalam 3 Klik atau Kurang: Prinsip 3-Click Rule memastikan pengguna bisa menemukan informasi dalam maksimal 3 klik.
- Gunakan URL yang SEO-Friendly: Buat URL yang mencerminkan struktur website dengan jelas. Contoh:
| html https://example.com/seo/panduan-seo-on-page |
- Hindari URL yang tidak deskriptif:
| html https://example.com/?id=12345 |
- Gunakan Breadcrumb Navigation untuk Kemudahan Navigasi: Breadcrumbs membantu pengguna dan mesin pencari memahami struktur halaman. Contoh breadcrumbs:
| graphql Home > SEO > Panduan SEO On-Page |
Gunakan Breadcrumb Schema Markup untuk SEO:
| json { “@context”: “https://schema.org”, “@type”: “BreadcrumbList”, “itemListElement”: [{ “@type”: “ListItem”, “position”: 1, “name”: “Home”, “item”: “https://example.com” },{ “@type”: “ListItem”, “position”: 2, “name”: “SEO”, “item”: “https://example.com/seo” },{ “@type”: “ListItem”, “position”: 3, “name”: “Panduan SEO On-Page”, “item”: “https://example.com/seo/panduan-seo-on-page” }]} |
- Optimalkan Internal Linking untuk Distribusi Authority: Hubungkan halaman dengan topik yang relevan menggunakan anchor text yang deskriptif. Contoh:
| html <a href=”https://example.com/seo/on-page-seo”>Pelajari lebih lanjut tentang SEO On-Page</a> |
- Gunakan Sitemap XML untuk Memudahkan Google Mengindeks Website: Kirimkan sitemap.xml ke Google Search Console. Contoh struktur dasar sitemap:
| xml <urlset xmlns=”http://www.sitemaps.org/schemas/sitemap/0.9″> <url> <loc>https://example.com/</loc> <lastmod>2024-02-18</lastmod> <priority>1.0</priority> </url></urlset> |
Kesalahan Umum dalam Website Structure
- Tidak Memiliki Struktur Navigasi yang Jelas: Pengguna kesulitan menemukan halaman penting jika struktur terlalu rumit.
- Terlalu Banyak Klik ke Halaman Penting: Jika butuh lebih dari 3-4 klik untuk mencapai halaman penting, peringkat SEO bisa terpengaruh.
- Menggunakan URL yang Tidak Deskriptif: Hindari URL panjang dan tidak relevan yang sulit dibaca manusia dan mesin pencari.
- Tidak Menggunakan Internal Linking Secara Efektif: Tanpa internal linking yang kuat, halaman baru bisa sulit diindeks oleh Google.
Manfaat Website Structure yang Optimal
- Meningkatkan Crawling dan Indexing oleh Google.
- Meningkatkan Pengalaman Pengguna dan Mengurangi Bounce Rate.
- Membantu Distribusi Authority dengan Internal Linking yang Baik.
- Memudahkan Pengguna dalam Navigasi Website.
Kesimpulan
Website Structure adalah faktor penting dalam SEO dan pengalaman pengguna. Dengan struktur yang rapi, navigasi yang jelas, dan internal linking yang optimal, website dapat lebih mudah diindeks oleh Google, meningkatkan UX, dan memperoleh peringkat lebih tinggi di SERP.


