7 Tips Cara Membangun Usaha Menggunakan Freelancer

Home - Tips Bisnis - 7 Tips Cara Membangun Usaha Menggunakan Freelancer

Cara Membangun Usaha Menggunakan Freelancers

Cara membangun usahaSaat Anda berniat untuk membuka bisnis dan memutuskan menjadi pengusaha, salah satu masalah pelik yang akan Anda hadapi adalah urusan karyawan. Di satu sisi Anda membutuhkan bantuan, disisi lain anggaran keuangan yang ketat memaksa Anda berhemat.

Namun seiring pendapatan yang meningkat, jumlah proyek yang semakin banyak dan waktu yang kian berharga, mungkin Anda akan menilik ulang masalah tersebut. Karena ada beberapa jenis pekerjaan yang sebenarnya bisa Anda delegasikan.

Sebagian pekerjaan bisa Anda delegasikan secara penuh. Sementara beberapa lainnya masih membutuhkan campur tangan Anda. Selain untuk berbagi pekerjaan, memiliki karyawan atau asisten bisa mengurangi beban mental Anda. Secara tidak langsung hal ini akan menjauhkan Anda dari stres. Meningkatkan produktivitas dan tentunya menghasilkan lebih banyak pendapatan. Benar, bukan?

Jika ada beberapa pertimbangan yang membuat Anda belum bisa memiliki karyawan tetap, mengapa tidak mencoba untuk mengontrak beberapa pekerja lepas? Para freelancer dapat mengerjakan tugas-tugas dengan tidak kalah baiknya. Tentu saja dengan prosedur yang lebih mudah dan sederhana dibandingkan menarik karyawan tetap.

Pada beberapa kasus, bantuan yang tepat akan memastikan usaha berjalan tanpa membutuhkan banyak campur tangan Anda. Namun walaupun Anda masih harus terlibat pada beberapa keadaan, memiliki freelancer akan sangat membantu. Mereka akan membuat Anda memiliki waktu untuk mengurus hal-hal penting.

Di dalam artikel ini Anda akan diajak untuk mencermati bagaimana dan tugas-tugas apa saja yang dapat anda delegasikan kepada para freelancer.

Tugas-tugas Administratif dan HRD

Tidak masalah apakah usaha Anda berjalan secara online maupun offline, memiliki asisten virtual adalah hal yang umum. Para freelancer ini juga tidak kalah cakap dan beberapa di antaranya memiliki spesialisasi khusus yang unik seperti manajemen media sosial.

Freelancer yang bekerja sebagai asisten virtual Anda ini dapat mengerjakan tugas-tugas yang terlihat sepele namun sebenarnya penting bagi jalannya usaha. Misalnya:

  • Menjadwalkan rapat
  • Mengorganisir email
  • Melatih freelancer yang baru bergabung di tim Anda
  • Mengorganisir kontak layanan pelanggan
  • Memasukkan data dan mengarsipkan dokumen

Saat usaha Anda berkembang dan semakin kompleks, para freelancer juga bisa dimintai bantuan untuk mengerjakan beberapa pekerjaan di bidang HRD. Misalnya seperti yang tertera di bawah ini:

  • Mengelompokkan deskripsi tugas yang bervariasi
  • Mengidentifikasi jenis pekerjaan dan metode rekrutmen lainnya untuk mencari anggota tim baru.
  • Mengevaluasi lamaran yang masuk dan mengidentifikasi mereka yang berpotensi untuk dijadikan karyawan Anda.
  • Menjadwalkan sesi wawancara dan tes masuk karyawan.

Menyerahkan pekerjaan HRD kepada freelancer adalah usaha terakhir Anda. Karena hal ini berhubungan dengan kepercayaan yang tinggi. Anda memberikan mereka wewenang untuk mengurus penerimaan karyawan. Hal itu sama dengan menyerahkan kunci pengembangan usaha kepada mereka.

Agar lebih efektif, sebaiknya freelancer yang Anda kontrak harus mengerti betul sifat dan kebutuhan bisnis Anda. Sehingga mereka juga bisa mengidentifikasi kandidat seperti apa yang cocok diterima di perusahaan Anda.

Untuk menemukan asisten virtual yang tepat, Anda dapat membuka-buka situs pekerja lepas. Misalnya Sribu, Sribulancer, projects id, Upwork, Freelancers, dll. Harga bukanlah jaminan bagi kualitas kerja mereka. Anda dapat memilih asisten virtual yang bermukim di daerah yang biaya hidupnya tidak terlalu tinggi. Mereka akan memasang tarif yang tidak terlalu mahal dengan kualitas kerja yang tidak kalah bagus.

Semakin lama Anda dan para freelancer ini bekerja sama, akan semakin intuitif dan mudah bekerja sama pula Anda dan mereka. Minta mereka bertanya sebanyak mungkin tentang wilayah tanggung jawab dan tugas mereka. Pastikan mereka benar-benar paham sebelum ikut serta di dalam proyek Anda.

Jangan lupa untuk menyepakati hal-hal dasar terlebih dahulu. Misalnya berapa bayaran yang mereka inginkan, deadline dan target pekerjaan, dll. Sehingga Anda tidak repot mengarahkan dan mengingatkan mereka dalam bekerja. Juga tidak terkejut melihat tagihan fee yang mereka berikan di akhir proyek.

Tugas-tugas Riset

Salah satu pekerjaan yang bisa Anda delegasikan kepada freelancer adalah melakukan riset. Pekerjaan ini penting bagi operasional usaha Anda dan cukup njlimet jika Anda kerjakan seorang diri. Beberapa jenis riset yang bisa dilakukan para freelancer misalnya:

  • Mencari link dan keyword yang pas untuk artikel di landing page, website atau blog perusahaan Anda.
  • Membandingkan, menyusun laporan dan analisa atas hal-hal teknis pada pemasaran. Misalnya keluhan dan respon positif konsumen terhadap produk Anda, penetapan harga, data pesaing dan produk komplementer, dll.
  • Mengumpulkan data dan berita terkini di dalam ruang lingkup jenis usaha Anda. Data ini berguna untuk di-repost di postingan media sosial perusahaan Anda.
  • Mencari, membandingkan dan memberikan rekomendasi tiket dan akomodasi murah untuk perjalanan bisnis Anda.

Anggaplah asisten freelance Anda sebagai sumber informasi sekunder. Sebelum Anda merekrut mereka, terlebih dahulu tetapkan riset apa yang Anda butuhkan. Apa yang harus mereka lakukan dan kapan tenggat waktu pekerjaan mereka.

Riset yang Anda butuhkan ini sebaiknya yang memang membutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk mengerjakannya seorang diri. Namun tingkat kesulitannya tidak sampai memerlukan keahlian tingkat tinggi.

Pastikan pula Anda sudah memberitahu asisten freelance mengenai brief pekerjaan yang Anda serahkan kepada mereka. Sumber-sumber yang dapat membantu, informasi dasar dan format laporan yang Anda inginkan.

Tugas-tugas Pembukuan, Pajak dan Akuntansi

Salah satu tugas yang paling menantang dalam mengembangkan bisnis adalah keuangan. Pembukuan, pencatatan, pengaturan keuangan dan manajemen pajak bukanlah hal yang menyenangkan bagi sebagian besar orang.

Di saat Anda seharusnya memprospek klien baru atau rapat dengan investor, ada setumpuk invoice dan catatan keuangan yang harus dibereskan. Jadi, mengapa tidak mengontrak freelancer saja untuk melakukan hal tersebut?

Mungkin beberapa orang akan mengatakan bahwa mengontrak freelancer untuk pekerjaan keuangan tarifnya mahal. Namun jika dibandingkan dengan beban pekerjaan yang akan mereka selesaikan, hal itu akan sepadan. Terutama jika sudah berhubungan dengan pelaporan dan pembayaran pajak. Jika memang ada yang sanggup mengerjakannya dengan baik, kenapa tidak?

Mempekerjakan freelancer yang memiliki pengetahuan tentang akuntansi dan perpajakan akan memberikan Anda benefit jangka panjang.

Pertama, pembukuan Anda akan lebih rapi. Data-data terkait keuangan seperti arus kas, laba dan biaya-biaya akan tersaji dengan benar. Hal ini penting sekali untuk menentukan strategi dan operasional perusahaan Anda ke depan.

Kedua, laporan dan data pajak Anda akan lengkap. Hal ini akan mengurangi kemungkinan perusahaan Anda diaudit oleh Dirjen Pajak. Audit pajak ini akan sangat mengganggu dan mempengaruhi operasional usaha. Anda harus membongkar lagi dokumen-dokumen keuangan. Karena audit pajak akan sangat teliti, ketat dan memakan waktu.

Jika Anda baru mencari tenaga profesional saat masalah keuangan perusahaan Anda sudah pelik, biayanya justru akan jauh lebih mahal. Secara umum akuntan freelance yang Anda bayar dapat mengerjakan hal-hal berikut:

  • Pembukuan dan pencatatan transaksi.
  • Mengelompokkan dan menginput biaya.
  • Penyiapan dokumen perpajakan dan menghitung besar pajak.
  • Penagihan invoice dan piutang.
  • Membuat laporan keuangan.

Untuk hasil kerja terbaik, pilih orang-orang yang benar-benar profesional. Anda bisa mencermati portofolio calon freelancer Anda. Atau meminta rekomendasi dari rekan bisnis Anda. Termasuk memilih aplikasi akuntansi yang cocok untuk digunakan oleh perusahaan Anda.

Beberapa akuntan freelance dapat dibayar per bulan. Namun bila Anda puas akan hasil kerjanya dan memutuskan untuk mengontrak mereka secara jangka panjang, fee yang ditetapkan biasanya bisa lebih terjangkau.

Tugas-tugas Desain

Jika Anda memiliki hanya sedikit pengetahuan dan pengalaman di bidang desain, tidak ada salahnya untuk membayar freelancer. Bidang desain—baik itu desain grafis maupun desain web—adalah komponen penting di dalam proses branding dan marketing.

Tentu tidak masalah jika Anda ingin mempelajari dasar-dasar desain. Namun menyerahkan pekerjaan yang sulit dan memakan waktu kepada mereka yang lebih profesional akan memberikan hasil yang lebih baik.

Bidang desain yang dibutuhkan perusahaan dibagi dalam beberapa kategori. Penggunaannya tergantung kepada kebutuhan perusahaan tersebut. Dua di antaranya adalah:

Desain grafis. Desainer di bidang ini bertugas membuat komponen branding seperti logo, kop surat, bahan-bahan promosi (brosur, flyer, merchandise, dll) serta gambar untuk postingan media sosial dan blog.

Desain website. Desainernya bertanggung jawab dalam merancang penampilan, rasa, jiwa dan struktur website Anda.

Selain dua bidang desain di atas, ada lagi bidang-bidang yang berhubungan dengan keduanya. Anda juga bisa membayar freelancer untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan ini. Misalnya:

  • Fotografi. Terutama foto produk, lokasi, serta foto-foto khusus yang berhubungan dengan operasional bisnis Anda. Foto-toto ini biasanya dipajang di website serta media sosial perusahaan.
  • Videografi. Bidang ini mencakup semua hal mengenai proses pengambilan video, pengeditan hingga finishing. Videografi saat ini sedang tren sebagai sarana promosi dan branding yang menarik.
  • Penyuntingan. Jika Anda melakukan proses fotografi dan pengambilan video secara mandiri, maka Anda akan membutuhkan pekerja lepas di bidang ini.

Ketiga peran di atas bisa saja dikerjakan oleh pekerja amatir. Namun seiring berkembangnya usaha Anda, asosiasi perusahaan akan bergeser. Imej yang lebih baik akan menjaring pelanggan yang lebih luas. Tentu branding dan tampilan promosi Anda harus lebih profesional lagi. Maka tepat jika Anda menyerahkan pekerjaan ini kepada orang yang profesional juga.

Untuk bidang fotografi dan videografi, Anda harus berhubungan secara personal dengan pekerja freelance. Anda dapat menyewa keduanya untuk melakukan shooting di lokasi tertentu dan memotret produk Anda dengan gaya yang pas. Jika Anda belum memerlukan jasa ini, ada banyak situs penyedia gambar gratis dan bebas hak cipta di internet. Anda dapat menggunakan stok foto, gambar dan video dari situs tersebut.

Tugas-tugas Penjualan

Sebelum Anda membayar karyawan untuk ditempatkan di bagian penjualan, pertimbangkanlah opsi untuk mengontrak freelancer. Para pekerja lepas ini tidak kalah berdedikasi dengan karyawan tetap. Para affiliate marketer ini bertugas mempromosikan produk kepada target pasar dan audiens mereka. Yang biasanya berjumlah besar.

Pendapatan mereka adalah komisi yang Anda berikan dari setiap penjualan. Bagi usaha kecil dan menengah, sistem ini lebih menguntungkan dan tanpa resiko. Anda hanya membayar seorang penjual jika dia berhasil melakukan penjualan. Jadi semakin banyak produk yang bisa dijual, semakin besar pula pendapatannya.

Hal ini akan menjadi pecut bagi para tenaga penjual lepas tersebut untuk memasarkan sebanyak mungkin produk. Untuk membantu mereka meningkatkan penjualan, Anda dapat memakai software atau tools. Dua di antaranya adalah iDevAffiliate dan ImpactRadius.

iDevAffiliate mempermudah para tenaga penjualan untuk membuat link pribadi dan mengetahui seberapa tinggi bonus referral mereka. Perangkat lunak ini sangat efektif. Sementara ImpactRadius kurang lebih sama, dengan keunggulan pilihan pembayaran yang fleksibel.

Para tenaga penjual lepas itu akan membutuhkan akses ke tool yang Anda gunakan. Hal ini untuk memaksimalkan komisi mereka. Maka berikan mereka akses dan pengetahuan singkat tentang bagaimana menggunakan perangkat yang Anda pilih. Untuk hasil terbaik, Anda juga dapat mensurvey dahulu tool seperti apa yang paling cocok dengan mereka sebelum memilih tool yang akan digunakan.

Tugas-tugas Pemasaran

Tanpa pemasaran, bagaimana orang bisa tahu tentang produk dan jasa yang Anda tawarkan? Pada dasarnya pemasaran bukan sekedar menjual barang. Lebih luas lagi, pemasaran mencakup branding, memperkenalkan perusahaan Anda, menciptakan keterikatan dengan calon konsumen, mendesain produk, dll.

Proses pemasaran sudah harus berjalan sejak awal Anda membuka usaha. Atau sejak Anda berencana meluncurkan produk. Jangan meletakkan pemasaran sebagai tugas terakhir yang harus dipenuhi selama menjalankan operasional perusahaan. Setelah produk siap diproduksi dan tinggal dilempar ke pasar. Hal itu justru akan membuat anggaran pemasaran Anda membengkak. Selain juga prosesnya jadi tidak efektif.

Pemasaran mencakup tugas-tugas dan pemanfaatan berbagai lini di dunia digital. Misalnya:

  • Email marketing: Menciptakan keterikatan dengan calon pelanggan melalui email.
  • Search engine optimization (SEO): trafik pencarian orang di mesin pencari terhadap website Anda.
  • Content marketing: Menggunakan konten untuk mendapatkan pelanggan
  • Social media marketing: membangun jejaring sosial di dunia maya untuk menciptakan hubungan yang kuat dengan pelanggan dan mendorong penjualan.
  • Marketing automation: otomatisasi iklan berdasarkan perilaku konsumen dalam menggunakan internet.
  • Pay per click (PPC) marketing: meraih audiens yang relevan dengan menggunakan iklan di mesin pencari (misalnya Google Ads).
  • Public relations (PR): Menggunakan artikel di media massa dan pengaruh influencer untuk mendapatkan audiens baru.
  • Website and blog management: Mengelola informasi terkini melalui kanal komunikasi (situs dan blog).

Salah satu poin penting sebelum Anda mengontrak pemasar freelance adalah jangan memberikan semua tugas di atas kepada satu orang.

Pemasar dengan keahlian tertentu lebih efektif. Ada yang jagoan di SEO tetapi kurang mahir dalam manajemen media sosial, dll. Jadi sebisa mungkin pilihlah salah satu kanal yang akan Anda gunakan sebagai saluran pemasaran. Pelan-pelan rambah kanal yang lain sesuai dengan perkembangan bisnis Anda.

Saat bisnis mulai berkembang, Anda mungkin kesulitan mendapatkan pemasar freelance untuk beberapa kanal. Cobalah gunakan LinkedIn. Di platform ini ada banyak pemasar dan agensi freelance yang menawarkan jasa. Anda dapat memilih dengan mencermati profil mereka.

Usahakan memilih mereka yang memiliki akun LinkedIn Premium. Karena biasanya mereka adalah para pemasar dengan capaian tertinggi. Jika Anda membutuhkan karyawan purna waktu, gunakan fitur LinkedIn Jobs.

Tugas-tugas Penulisan

Jika Anda telah memiliki visi yang solid dan rencana yang matang, saatnya mencari orang yang tepat. Untuk bisa menjual visi tersebut ke khalayak melalui tulisan. Penulisan yang efektif mencakup detail yang signifikan dan menarik perhatian, penggunaan tata bahasa yang bagus dan teknik penulisan yang mudah dimengerti.

Tugas penulis freelance kira-kira sebagai berikut:

  • Membuat copywriting untuk hasil cetak maupun digital
  • Menyusun konten pemasaran
  • Postingan blog
  • Menyunting naskah
  • Menulis buku elektronik dan laporan
  • Postingan media sosial
  • Periklanan
  • Transkripsi naskah dari bentuk audio

Untuk semua tugas di atas, bayarannya memang tidak murah. Penulis yang berkualitas tahu seberapa besar pengaruh pekerjaan mereka terhadap perusahaan. Anda dapat mencari penulis yang tepat di situs-situs yang menawarkan jasa kepenulisan. Jangan lupa untuk melihat portofolio dan contoh tulisan mereka.

Saat membuka lowongan untuk penulis freelance, pastikan pula Anda memberikan penjelasan lengkap dan jelas mengenai ekspektasi Anda. Seperti apa kualitas pekerjaan mereka dan berapa bayaran untuk mereka. Sehingga hanya para freelancer yang memenuhi kualifikasi saja yang melamar.

Go Virtual, Go-Getter!

Jika dilakukan dengan benar, pendelegasian tugas kepada pekerja freelance ini akan berjalan dalam jangka panjang. Hingga akhirnya bisnis Anda mendekati mode autopilot. Dimana Anda hanya terlibat pada hal-hal krusial saja. Sementara tugas rutin dikerjakan oleh para freelancer.

Jangan lupakan penghematan yang bisa Anda dapatkan. Karena tentu saja membayar freelancer tidak semahal membayar karyawan tetap. Untuk hasil yang terbaik, mulailah dengan mengontrak satu atau dua freelancer dan sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Apakah ada cara dan langkah lainnya yang perlu dilakukan sebelum mengontrak para pekerja lepas? Adakah saran dan kritik dari Anda mengenai artikel ini? Silahkan tulis di kolom komentar di bawah.

Author avatar
Ahmad Chaidir
Ahmad adalah CEO di Crooud. Menyukai SEO, konten yang baik, ramen dan dota 2. Sangat percaya jika siapapun bisa sukses dengan SEO.

Post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *