Skip links

6 Langkah Simple Membuat Toko Online Anda Sendiri.

Jika Anda memutuskan untuk membuat toko online sendiri, inilah waktu yang tepat. Saatnya membangun perusahaan dengan konsep sesuai keinginan. Namun pelajari dahulu cara yang efektif untuk memulai dan menjalankannya.

Jika Anda memutuskan untuk membuat toko online sendiri, inilah waktu yang tepat. Saatnya membangun perusahaan dengan konsep sesuai keinginan. Namun pelajari dahulu cara yang efektif untuk memulai dan menjalankannya.

Table of Contents

Memutuskan untuk membangun bisnis sepertinya ide bagus. Saatnya membuka toko online sendiri dengan mengatur konsep sesuai keinginan. 

Keputusan membuat toko online sendiri adalah pilihan tepat. Anda harus mempelajari beberapa aspek dalam membangun usaha. Adapun hal-hal yang menjadi fokus utama, seperti platform terbaik, cara pemasaran efektif dengan media sosial, strategi marketing, hingga survei memilih software berlisensi.

Lebih lengkapnya, berikut 6 cara membuat toko online sendiri versi Crooud untuk calon pengusaha. Simak ulasannya!

1. Persiapan sebelum membuat toko online

Persiapan membuat toko online dimulai dari memilih produk yang akan dijual serta bagaimana caranya melakukan riset pasar. Keduanya adalah hal penting ketika sudah mantap untuk membangun usaha.

Menentukan produk yang akan dijual biasanya didapatkan setelah melakukan riset pasar. Langkah ini bisa dilakukan dengan teknik segmentasi demografis, yang mana mengkategorikan calon konsumen berdasarkan usia, jenis kelamin, profesi, kebutuhan dan keinginan. Sementara pilihan cara yang digunakan, antara lain tanya jawab, polling, hingga pengamatan.

Setelah melewati fase di atas, langkah selanjutnya untuk membuat toko online sendiri yakni memilih platform guna melakukan beberapa tahapan di bawah ini:

  • Mendaftarkan nama resmi toko

 Proses mendaftar nama resmi toko bervariasi di setiap Negara. Di Indonesia, ketentuan mengenai e-commerce diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. 

  • Menetapkan bentuk badan usaha sesuai peraturan yang berlaku

  • Memiliki akun bank untuk lalu lintas keuangan bisnis

  • Memiliki NPWP badan dan dokumen perpajakan lainnya sesuai peraturan berlaku

  • Memiliki lisensi bisnis online, yang mana seluruh produk harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI)

  • Memiliki akun media sosial khusus untuk toko online

Menjalankan bisnis online berizin resmi dan dokumen perpajakan yang sah dapat menjamin keamanan berwirausaha di kemudian hari. Dengan demikian, penuhi terlebih dahulu tahapan ini sebelum launching toko online.

Langkah selanjutnya adalah riset domain yang akan digunakan untuk website toko. Caranya yakni melalui Domainesia, maka Anda akan mendapatkan potongan harga langsung sebesar 20% apabila membeli hosting dengan kode CROOUDHOST.  Di sisi lain juga bisa dari platform e-commerce seperti Shopify.

Terkait pemilihan domain, sebaiknya pahami terlebih dahulu perbedaan dari setiap nama. Biasanya untuk bisnis berekstensi dot biz (.biz). Akan tetapi, secara umum orang lebih mengenal dot com (.com), sehingga memudahkan calon konsumen ketika mencari di search engine.

Selanjutnya yakni pastikan niche dan rencana bisnis jelas. Misalnya, daripada menyebut toko online sebagai ‘Penjual Perlengkapan Kucing’, lebih baik ‘Penjual Makanan dan Aksesoris Kucing Premium’. Selain itu, lakukan riset dengan teliti via Google mengenai bagaimana kompetitor memasarkan produk dan testimoni pembeli.

2. Apakah toko online akan dikelola, berlisensi atau dibangun sendiri?

Salah satu keputusan besar saat membuat toko online ialah tempat dan bagaimana pengelolaannya. Beberapa bahkan telah sukses memasarkan produk seperti Amazon, Etsy, eBay, Bukalapak, Shopee atau Tokopedia.

Namun penting diketahui bahwa ada perbedaan besar antara membuka usaha melalui platform dibanding menggunakan website sendiri.

Pada platform, seperti Shopee atau Tokopedia, penjual tidak memiliki pilihan untuk mengubah tampilan dan membuat ciri khas. Ini sama halnya menyewa stan di sebuah acara pameran dibandingkan membuat toko online sendiri.

Berjualan melalui marketplace merupakan pilihan cerdas. Namun, jika ingin bisnis berjalan sesuai passion, bermimpi toko online dikunjungi oleh ratusan ribu orang setiap harinya, maka buatlah situs sendiri yang lebih baik dari platform pada umumnya.

Cara 1:   Cara membuat toko online menggunakan hosted platform

Menyebut hosted platform, tentu yang ada di pikiran ialah Blogger dan WordPress. Komponen ini biasa disebut sebagai layanan penyedia bagi mereka yang ingin membangun sebuah website. Cara membuatnya juga relatif mudah karena tidak harus mengerti coding dan memiliki pilihan template serta plugin siap pakai. Menariknya, juga bisa membeli domain untuk toko online.

Menggunakan hosted platform artinya setuju dengan semua peraturan yang ada, mulai dari pengubahan, setting website, template dan tata letak. Dengan cara ini bukan berarti tidak bisa memiliki situs unik yang mendukung e-commerce, justru berbagai pilihan di dalamnya menarik untuk diaplikasikan.

Cara 2: Menggunakan software e-commerce berlisensi

Cara membuat toko online selanjutnya yakni mengunduh platform e-commerce berlisensi resmi, seperti Magento atau CS-Cart. Dengan menggunakan opsi ini, pengguna bebas mengontrol store. Adapun yang perlu dilakukan yakni mengatur sendiri hosting serta template agar tampilan website bagus, melindungi serangan hacker dan lain sebagainya.

Keuntungan selanjutnya dari opsi itu adalah dapat membeli plugin dari pihak ketiga lalu memodifikasi sendiri. Selain itu, cocok untuk toko online besar yang memiliki ratusan transaksi per hari karena menawarkan fleksibilitas dan kestabilan kerja.

Cara 3: Kerjakan sendiri atau DIY (Do It Yourself)

Bagi pebisnis pemula, perpaduan WooCommerce dan WordPress merupakan cara membuat toko online paling populer. Keduanya gratis dan bersifat open-source, sehingga pengguna memiliki ruang kebebasan untuk mengatur tampilan dan branding situs.

Ditambah pula bisa menggunakan plugin serta tema yang tersedia. Nah, jika ingin lebih variatif maka membeli secara premium di Themeforest atau Envato Elements.

WooCommerce kurang populer layaknya Shopify atau Squarespace. Namun cara ini lebih fleksibel dan user friendly dibandingkan software e-commerce. Apabila ingin mengubah tampilan atau melakukan modifikasi, maka perlu pemrograman.

3. Saatnya membuat toko online

Setelah menentukan platform yang digunakan untuk membuat toko online, saatnya membangun. Pada tahap ini, Anda dituntut lebih kreatif atau bisa juga menggunakan jasa pembuatan website profesional agar desain sesuai ide sendiri.

Jika belum memiliki niche yang terfokus dan identitas branding, maka inilah saatnya menetapkan keduanya. Komponen tersebut saling berhubungan satu sama lain dalam mendukung kepribadian bisnis, mulai dari logo, warna, hingga template situs.

Setiap desain usaha e-commerce mempunyai keunikan, tetapi yang paling menarik perhatian konsumen ialah berikut ini:

  •  Foto detail

Foto detail sebaiknya menggunakan produk sendiri dan memiliki komposisi baik. Hindari mengambil dari mesin pencari, bukan gambar blur atau terkesan membosankan.

  • Petunjuk jelas

Semua petunjuk mengenai produk jelas disertai spesifikasi. Tujuannya agar calon konsumen mengetahui dengan pasti apa yang ditawarkan. Bagian ini juga perlu disertai nomor telepon, email serta media sosial.

  • Deskripsi persuasif

Selain judul, produk yang telah diunggah sebaiknya disertai oleh deskripsi jelas dan persuasif. Penting pula menyertakan pernyataan jujur supaya calon pembeli lebih percaya.

  • Beri alasan

Memberi alasan mengapa harus membeli produk di toko online milik Anda bertujuan agar membuat mereka yakin. Tunjukkan jika inilah brand dan bisnis unik dibandingkan kompetitor.

Baiknya membuat toko online disesuaikan dengan minat dan kreativitas pemiliknya. Oleh sebab itu, perlu menyewa jasa desain grafis guna membuat berbagai gambar, template hingga cover menarik serta memiliki ciri khas.

4. Menjadi dropshiper atau reseller?

Proses retail membutuhkan space luas sebagai ruang penyimpanan. Jika tidak memilikinya, maka proses keluar masuk barang menjadi terhambat. Itulah sebabnya, dewasa ini pengusaha e-commerce memilih transaksi dropship.

Cara kerjanya begini, pemilik toko bekerja sama dengan supplier barang. Saat konsumen memesan, pastikan telah membayarkan sejumlah uang dan menyerahkan data pesanan. Kemudian hubungi supplier agar segera dilakukan pengemasan serta pengiriman.

Selanjutnya, pemilik toko membayar supplier sesuai harga modal yang disepakati. Untuk mempermudah gunakan software dropship yang secara otomatis melakukan prosesnya, sehingga jual beli hanya antara pemesan dan supplier.

Beberapa platform e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia telah memiliki opsi dropship, sehingga penjual akan terintegrasi. Metode ini lebih efektif bila digunakan untuk menjual baju, sepatu, tas atau perlengkapan lainnya karena tidak membutuhkan tempat penyimpanan.

Namun apabila telah memiliki ruang penyimpanan cukup, misalnya garasi atau gudang, maka bisa saja menyetok barang dalam jumlah banyak. Anda bisa mengurus semuanya sendiri dengan dibantu karyawan mulai pembelian, stok, arus keluar masuk hingga proses penjualan.

5. Saatnya menjangkau pembeli

Setelah melewati beberapa proses membuat toko online di atas, saatnya memikirkan bagian terpenting dari berbisnis yaitu cara mendapatkan pembeli. Dalam hal ini dibutuhkan strategi pemasaran tepat dan berkelanjutan. 

Sebelum launching, pastikan telah merancang rencana pemasaran jangka pendek, menengah dan panjang. Tahapan ini juga didukung oleh strategi konten SEO karena sangat berpengaruh terhadap kesuksesan bisnis. Nama toko, deskripsi produk, meta data website dan gambar promosi berpengaruh terhadap peringkat di mesin pencarian.

Ada banyak pilihan jasa SEO yang akan memaksimalkan strategi pemasaran digital. Barengi dengan promosi melalui media sosial guna meraup calon konsumen potensial. Jika memiliki dana lebih, tidak ada salahnya menggunakan fitur iklan berbayar seperti Facebook atau Instagram Ads.

Selagi membangun jaringan konsumen di media sosial, buatlah email list. Ini bertujuan mengumpulkan alamat surel calon pembeli untuk menawarkan diskon langsung, promo menarik dan ajakan subscribe di website. Lebih lanjut juga dapat mengirimi newsletter agar mereka tetap update produk terbaru.

Apabila bisnis sudah mulai berjalan, tambahkan testimoni dari pelanggan sebagai bagian dari strategi pemasaran. Review positif mengenai produk akan meningkatkan kepercayaan calon konsumen lainnya. Hal tersebut juga bisa mengkomunikasikan nilai-nilai kepada target potensial serta meningkatkan ketertarikan merek.

Cara lain meningkatkan ketertarikan audiens terhadap merek adalah bekerja sama dengan para influencer di media sosial. Mereka memiliki followers banyak, sehingga bisa mempromosikan produk secara luas.

6. Jaga hubungan baik untuk meningkatkan penjualan

Pemasaran yang membuahkan penjualan harus terus berlanjut. Proses ini tidak boleh berhenti selama masih ingin membuka toko online. Setiap harinya perlu mencari pembeli baru, menjaga hubungan baik, memperkuat branding dan tindakan marketing lainnya.

Di sisi lain juga harus tetap mengunggah konten promosi di media sosial, memperbarui postingan website serta blog, bekerja sama dengan influencer, mengirim email promosi dan lain sebagainya. Intinya konsisten itu perlu guna mempertahankan bisnis hingga masa mendatang.

Kesimpulan

Membuat toko online dimulai dari persiapan, memikirkan platform, strategi pemasaran hingga mempertahankan hubungan dengan pelanggan. Proses tersebut membutuhkan beberapa waktu hingga usaha benar-benar dapat berjalan secara mandiri. Penting dicatat dibutuhkan kesungguhan serta konsistensi agar bisa bertahan lama.

Leave a comment