22 Strategi Konten Marketing Unik Yang Hanya Dipahami Oleh Para Ahli

Daftar Isi

Saat tahu jika kunci kesuksesan sebuah website adalah konten dan strategi konten marketing yang sempurna, anda pun ikut percaya jika konten adalah segalanya. Bukannya ingin merusak suasana, sayangnya ?konten? bukan segalanya, saya kasih tau kenapa. Berdasarkan sebuah riset, hanya sekitar 22% dari tenaga pemasaran B2B (business to business) yang berhasil mendapatkan kesuksesan melalui strategi konten marketing, walaupun sekitar 62% dari mereka termasuk dalam kategori digital marketer pekerja keras dan ?super? berdedikasi terhadap pekerjaannya. Gap yang cukup besar ini menunjukan ada sesuatu yang salah dengan cara kita mempelajari digital marketing. Pada artikel kali ini, saya berusaha memperpendek jarak atau Gap pengetahuan yang cukup besar antara para spesialis ?pekerja keras? dengan digital marketing yang cerdas dengan konsistensi yang tinggi. Hari ini anda akan mempelajari 22 taktik yang digunakan para content marketer sukses dunia yang mereka gunakan setiap harinya. Saya akan berusaha mengupas semua strategi mereka, cara kerja, pengembangan rencana hingga taktik promosi yang mampu membuat strategi konten marketing anda bersinar terang.

Bukan Hanya Tentang Konten

Sebelum kita bicara berbagai tips dan trik untuk menciptakan konten super yang powerfull, anda harus memahami satu hal paling mendasar terlebih dahulu, konten marketing sesungguhnya sama sekali bukan tentang konten.. Tapi tentang konsumen. Jauh sebelum mulai memproduksi konten, anda harus benar-benar memahami siapa audiens anda. Bahkan brand sebesar Netflix aja berinteraksi seperti manusia Tidak peduli siapapun anda, brand maupun Individual, anda harus mampu terkoneksi dengan audiens (bisa jadi mereka adalah calon konsumen anda). Jika konten dibuat tanpa adanya hubungan kuat dengan audiens anda, maka ucapkan selamat tinggal dengan jerih payah anda.

Buat Strategi Untuk Setiap Postingan Artikel

Tidak peduli siapapun, brand maupun Individual, anda harus mampu terkoneksi dengan audiens (bisa jadi mereka adalah calon konsumen anda). Jika konten dibuat tanpa adanya hubungan kuat dengan audiens anda, maka ucapkan selamat tinggal dengan jerih payah anda. Agar setiap konten di blog anda menonjol, anda harus menciptakan strategi yang menjabarkan secara detail setiap langkah dalam proses pembuatan konten, beberapa diantaranya :
  • Optimasi artikel
  • Saluran distribusi dan promosi
  • Update sosial media
  • Metrik dan analitik
Kuncinya disini adalah membuat rencana yang sesuai dan cocok untuk anda. Tidak perlu minder dengan rencana orang lain yang terlihat sangat kompleks dan sistematis, silahkan bereksperimen dengan layout yang berbeda, kategori dan metode berbeda sampai anda menemukan yang dirasa sesuai untuk bisnis anda. Jangan Sepelekan Kekuatan Branding Tahukah anda, ada 4,4 Juta artikel di publish setiap harinya. Jadi jangan heran nyaris semua marketer mengeluh jika saat ini blogging semakin sulit. (bagi yang tidak paham tentunya) Mayoritas marketer memiliki taktik yang serupa, yaitu publish artikel sebanyak-banyaknya, alias kuantiti diatas kualitas. Jujur, terkadang saya juga melakukan taktik ini. Namun dengan begitu banyaknya artikel yang dipublish dan dipromosikan melalui berbagai channel, mendapatkan perhatian bukanlah perkara gampang, anda membutuhkan branding yang kuat dengan konten yang dibuat secara khusus untuk target tertentu. Salah satu brand yang cukup sukses menggunakan konten yang berkualitas adalah Greggs Plc, jaringan toko roti di Inggris. Ketika tahun 2019 mereka menjalankan pemasaran untuk salah satu produk baru mereka ?Vegan Sausage Roll?. Membangun mayoritas traksi dari iklan di youtube dan instagram, tim marketing digital Greggs berhasil mendapatkan buzz score (metrik yang digunakan untuk mengukur apakah konsumen pernah mendengar hal negatif atau positif tentang sebuah brand) mencapai +8.2 setelah iklan di vegan sausage roll di launching pada bulan Januari 2019.

Jadilah Pengadopsi Awal

Terlalu banyak pembuat konten yang hanya bicara namun minim praktik. Tapi seorang pembuat konten yang baik tidak banyak menunggu dan membuat alasan. Mereka terus bergerak dan belajar. Pembuat konten dan pemasar yang baik akan mempraktekkan teori setiap hari secara konsisten. Walau sedikit demi sedikit. Mereka belajar, bersikap jujur dan berimprovisasi. Jangan sia-siakan kemampuan otak Anda. Berpikir dan belajarlah terus, urai setiap permasalahan dengan cerdas. Coba, gagal, belajar.

Dokumentasikan, Jangan Sekedar Bikin

Seperti yang dikatakan Gary Vee, manusia menyukai petualangan, perjalanan yang membekas di memori. Itu sebabnya acara reality show di TV ratingnya tinggi. Terlepas dari kritik pedas yang dialamatkan pada acara-acara tersebut, ya. Menurut Gary, sebagai pembuat konten dan pemasar Anda tidak perlu membuat konten yang benar-benar baru. Cukup olah kembali konten biasa menjadi luar biasa. Anda dapat mengambil inspirasi dari artikel sebelumnya yang diberi tambahan data agar lebih akurat dan aktual. Atau menulis ulang suatu artikel dari sudut pandang berbeda. Yang perlu dihindari adalah plagiasi dan pencontekan konten secara utuh. Hal ini berarti Anda harus membuat konten yang kuat dan strategis. Tujuannya untuk mempengaruhi dan membangun kesadaran akan produk dan merek kita. Bahkan jika Anda ingin membuat konten yang lepas dari gaya dokumenter, gaya ini tetap diperlukan. Jika anda membuat konten baru, selain lebih menguras pikiran, sumbernya tentu terbatas. Padahal pengalaman adalah guru dan sumber inspirasi paling kaya. Dalam bahasa sederhana, perbedaan ?mendokumentasikan? dengan ?membuat? seperti dunia dan keluarga Kadarshian versus Star Wars dan teman-temannya. Jangan bingung–hanya karena Anda mendokumentasikan bukan berarti Anda tidak membuat konten. Hanya saja dalam versi ?mendokumentasikan? Anda lebih pada memprediksi dan mempraktikkan daripada mengarang keseluruhan cerita. Sesuatu yang jauh lebih sulit bagi sebagian besar orang. Termasuk saya. (Gary Vaynerchuk – CEO VaynerMedia)

Jadilah Sumber Data

Kita hidup di zaman yang sangat membutuhkan data, hasil dan bukti yang akurat. Orang-orang yang terlibat di dalam dunia usaha?apapun bidangnya sangat suka mengambil dan memanfaatkan data yang lengkap. Ini adalah peluang bagus. Terutama untuk meningkatkan pengaruh, kepercayaan dan menjadi sumber rujukan yang selalu dicari orang. Jika Anda ingin menjadi sumber rujukan yang terpercaya, kumpulkan sebanyak data dan bagikan di situs Anda. Jika Anda ingin meyakinkan audiens tentang kinerja dan strategi, olah data yang Anda kumpulkan dan sajikan secara terperinci. Jika Anda ingin menjadikan situs Anda yang terbaik di bidangnya, buktikan melalui studi kasus.

Gunakan Pendekatan ?Air Terjun?

Anda tahu sendiri kan, bagaimana susahnya membangun citra belakangan ini? Harus aktif di Instagram, Facebook, Twitter, Snapchat. Harus update blog paling tidak sekali seminggu dengan artikel paling sedikit sekitar dua ribu kata. Harus membangun hubungan, keterikatan dengan audiens di blog dan medsos. Belum lagi wawancara di Podcast, membuat video di YouTube, mengurus Facebook Ads dan Instagram Ads. Jangan lupa, semua komen di media sosial dan blog harus dibalas. Haah? Menuliskannya saja sudah bikin ngos-ngosan. Karena itulah seorang konten kreator harus mengerti efisiensi dan efektivitas kerja. Lihat saja, job desk yang harus dikerjakan sudah banyak sekali. Coba gunakan pendekatan air terjun dalam memilih sistem informasi yang tepat. Pendeknya, temukan cara untuk membuat tiap konten dalam jumlah banyak. Dalam bentuk beragam dan bisa disebarkan secara terkoneksi di berbagai platform berbeda.

Ciptakan Standar Operasional

Membicarakan soal operasional memang tidak terlalu menyenangkan. Tapi operasional yang rapi dan tersistem dengan baik akan sangat membantu dalam membangun citra. Sistem operasional itu ibarat kru di balik layar yang akan membantu Anda tetap produktif, efisien dan berorientasi target. Yang dimaksud dengan sistem operasional dalam penyusunan konten adalah aturan (bentuk, tujuan, keyword, dll). Serta alat yang digunakan (situs, software, dll). Jika dilakukan dengan benar, operasional marketing yang baik dapat meningkatkan efektivitas pemasaran hingga 15-25%. Dihitung dari ROI dan matriks keterikatan dengan pelanggan. (David Edelman & Jason Heller) Sistem operasi akan mengatur dan ?merawat? proses daur hidup, teknologi dan manajemen konten Anda. Sistem operasional yang telah terbukti efisien dan efektif juga akan membuat Anda dan tim fokus terhadap visi yang sudah ditetapkan. Anda tidak akan tergoda untuk mengubah-ubah bentuk dari konten yang sudah disusun. Tidak juga akan tergoda untuk menggunakan buzzword (istilah) baru. Karena yang baru belum tentu cocok dengan branding yang sedang Anda susun. Jika di hutan ada ekosistem yang menjaga keseimbangan semua hal?tanaman, hewan, hujan, tanah, kelembaban dan mikroorganisme. Maka operasional juga adalah ekosistem bagi konten pemasaran Anda. Sistem operasional adalah komponen penting yang menjaga semua pekerjaan Anda teratur dan sesuai fungsi.

Desain Alur Kerja Yang Efisien

Anda mungkin tidak siap untuk mengerjakan seluruh bagian operasional, tapi Anda memerlukan alur kerja yang efisien. Bahkan jika Anda adalah petarung tunggal tanpa tim. Berikut adalah beberapa kata kunci yang penting dalam menentukan urutan kerja. Apa yang Anda buat haruslah konsisten, sesuai citra yang ingin Anda bentuk dan memiliki limit waktu yang jelas. Deadline, hasil dan pencapaian Anda harus beralasan. Kesulitan, kesalahan dan inkonsistensi harus diatasi terlebih dahulu. Anggota tim Anda mengerti dengan keseluruhan visi dari konten yang Anda susun. Setiap anggota tim memiliki tanggung jawab yang jelas dan dilaksanakan dengan baik. Berhentilah berjuang melakukan produksi dan promosi tanpa alur kerja yang jelas. Bangun alur kerja yang masuk akal, jelas dan terprogram untuk membuat proses usaha Anda lebih sistematis.

Gunakan Pekerja Freelance

Saat Anda membangun alur kerja, Anda akan menemukan berbagai hal yang bisa saja melengahkan dan menghabiskan waktu. Baiklah, membangun alur kerja memang terkadang membosankan. Jauh lebih membosankan daripada mengamati siput yang sedang mengesot pelan-pelan. Tapi kontribusinya pada kesuksesan Anda?baik dalam mengeksekusi konten yang menarik maupun mencapai tujuan dari konten tersebut?tidak bisa diremehkan. Itu sebabnya, begitu Anda menyusun proses kerja yang terdokumentasi, Anda sebaiknya mempekerjakan seorang asisten freelance. Sehingga waktu dan energi Anda dapat dihabiskan untuk mengkaji dan menyiapkan hal lain. Sementara alur yang telah disusun dapat dieksekusi oleh asisten Anda. Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghemat waktu dan energi Anda. Membuat alur dan meriset dengan cermat sebelum menyusun postingan. Menemukan, menyortir dan menyimpan dengan keterangan rinci nama-nama dan alamat email. Nama dan email ini bisa Anda prospek di masa depan. Membuat pengaturan waktu untuk membalas komentar-komentar di blog dan sosmed. Mengatur waktu untuk memposting konten di sosmed. Gunakan fitur penyambungan agar postingan di salah satu sosmed bisa timbul juga di sosmed Anda yang lain. Ini akan sangat menghemat waktu dan tenaga. Jadwalkan dengan terperinci waktu untuk menyusun dan mengunggah postingan blog. Anda akan menemukan banyak cara lain yang bisa digunakan untuk menghemat waktu dan tenaga. Namun bisa tetap optimal mengorganisir postingan konten di tiap akun Anda. Di awal-awal akan terasa sangat merepotkan?bahkan setelah ada asisten freelance. Tapi untuk beberapa waktu selanjutnya, jika dilakukan dengan konsisten, Anda akan merasakan manfaatnya.

Investasi Pada Penulis Terbaik

Jika membicarakan tentang content creator, para profesional sudah akrab dengan lagu lama ini. Pekerjakan seorang penulis konten yang mengerti bagaimana berkomunikasi dengan audiens. Penulis yang mau melakukan riset, mengerti strategi pemasaran, cermat dalam menyusun kata-kata dan ilustrasi, berpengetahuan luas dan profesional dalam hubungan kerja sama. Kedengarannya terlalu berekspektasi tinggi, ya. Tapi memang penulis sekualitas inilah yang Anda perlukan agar konten yang Anda dapatkan bisa bersaing di lautan konten pemasaran dunia maya. Kebanyakan penulis konten dikeluhkan seperti gambar di atas: Kontennya tidak mendalam, hanya membahas suatu topik di permukaan. Penulis tidak bisa membuat tulisan yang ?berbicara? kepada pelanggan Terlalu banyak revisi. Jauh lebih mudah, cepat dan menghemat biaya jika ditulis sendiri daripada memakai jasanya. Penulis tidak memandang pemakai jasanya sebagai pihak yang berpengalaman. Terlalu memandang sebelah mata. Seakan beranggapan bahwa, ?karena mereka tidak mengertilah maka mereka memakai jasa kami.?

Temukan Nada Suara Anda

Perlu usaha serius untuk menemukan tone of voice Anda. Terutama jika Anda menjalankan bisnis sendiri dan sedang mempromosikan brand Anda. Namun dengan melakukannya, Anda akan semakin lihai dan ahli. Pelanggan pun tidak hanya akan tertarik pada produk, tapi juga citra merek dan pribadi Anda. Rasanya?well?lebih dari sekadar menyenangkan. Penghargaan yang didapat akan memberi Anda kepuasan tersendiri. Walaupun orang lebih mengenal logo Anda daripada wajah Anda sendiri. Perlu diingat bahwa mencari tone of voice tidaklah mudah. Tapi dengan menemukannya, Anda berarti menciptakan kepribadian merek atau produk yang beresonansi dengan baik dengan penerimaan konsumen. Lalu membangun loyalitas pelanggan terhadap merek Anda yang artinya membangun keberlangsungan bisnis Anda. Setelah tone of voice ditemukan lalu digunakan secara konsisten, maka hal itu akan menjadi ciri khas yang melekat erat di ingatan pelanggan. Dengan kata lain, pencitraan yang Anda bentuk telah membuahkan hasil.

Kembangkan Konten Interaktif

Segala sesuatu diawali oleh hubungan baik. Sementara hubungan baik diawalai oleh keterikatan. Salah satu cara favorit untuk meningkatkan keterikatan adalah melalui konten yang interaktif. Konten yang interaktif merupakan konten yang disusun dengan profesional. Dibuat agar pembacanya dapat memilih salah satu pilihan yang tersedia. Memiliki bagian yang mengandung tombol-tombol untuk diklik, membawa pembaca pada pilihan, kejutan dan suasana yang lebih menghibur. Jauh lebih menyenangkan daripada artikel penuh tulisan dan penjelasan panjang yang selama ini kita kenal. (Aaron Agius, Co-founder Louder Online). Untuk membuat konten yang interaktif, jangan membuatnya terlalu sempit. Buatlah konten yang seru, menyenangkan. Beri para pembaca kesempatan untuk memilih atau menemukan nilai-nilai tambahan lainnya selagi mereka menjelajah konten kita. Di atas adalah contoh-contoh konten yang interaktif. Anda bisa memilih dan menggunakannya secara berselang-seling. Temukan jenis konten seperti apa yang paling cocok dengan audiens Anda.

Buat Konten Yang Adaptif

Konten yang adaptif berarti dapat dipadukan atau menggantikan konten lain. Baik dalam satu atau beberapa faktornya. Pada tabel di atas Anda bisa melihat faktor-faktor apa saja yang bisa digali untuk membuat konten yang adaptif. Gunakan poin-poin di atas untuk lebih mengenal pelanggan dan calon pelanggan Anda. Dengan demikian akan lebih mudah bagi Anda menyiapkan konten yang sesuai. Jika kita bicara tentang masa depan, bisa jadi konten kita akan muncul di alat-alat yang tidak kita prediksi. Di jam tangan, kulkas, kaca mata, robot yang bisa bicara, apa saja. Jadi, apa solusinya? Tentu saja membuat konten adaptif yang cocok ditampilkan dimana saja. Sebuah konten yang bisa digunakan di situasi apapun, dalam skenario seperti apapun. (Anna Ladoshkina, Analyst and Web Developer) Anda bisa mencoba langkah ringan seperti membuat konten yang berbeda sesuai dengan lokasi audiens. Atau mencoba alat-alat virtual reality seperti yang dikatakan oleh Alexa di atas. Intinya cobalah membuat konten adaptif sekarang, sehingga di waktu berikutnya Anda tinggal mengadaptasikannya saja di alat berbeda.

Ciptakan C-T-A yang Unik

Kalimat call to action (CTA) adalah kalimat yang mengajak dan mempengaruhi audiens untuk melakukan tindakan. Entah itu mengklik sebuah tombol untuk melakukan pesanan, menginstall sebuah aplikasi, dll. Membuat kalimat call to action sebenarnya sederhana, tapi tidak terlalu mudah juga. Setelah konten yang bagus dan memukau, kalimat call to action akan mempengaruhi pembaca secara langsung untuk bertindak. Padahal, kesulitan utama membuat konten pemasaran adalah mengubah pengunjung situs atau pembaca konten menjadi pembeli produk yang ditawarkan. Kunci dari keberhasilan konten tersebut terletak di kalimat call to action. Tapi jangan khawatir dulu, karena Anda tidak sendiri. karena nyatanya hanya 22% saja pembuat konten yang merasa kalimat CTA-nya memuaskan dan berhasil dengan baik. CTA yang kuat harus memiliki tiga faktor: diksi, nilai dan penempatan. Diksi adalah pilihan kata. Apa yang Anda katakan pada para pembaca untuk meyakinkan mereka. Nilai adalah apa kelebihan yang Anda tawarkan sehingga pembaca merasa tertarik pada produk Anda. Penempatan adalah dimana Anda meletakkan kalimat CTA tadi. Pada tabel di atas terlihat pilihan kata yang sebaiknya dipakai sebagai CTA. Anda tahu bahwa kata-kata berpengaruh kepada psikologis audiens konten Anda. Ubah CTA yang terlihat kaku, umum dan ?memerintah? seperti pada tabel kiri. Jadikan dia CTA yang terlihat lebih ramah dan berkesan ?mengajak? seperti terlihat di tabel kanan. Contoh lebih jelas bisa dilihat pada gambar di bawah. Pembuat konten pemasaran yang baik harus tahu bagaimana mereka memposisikan penawaran mereka.

Ciptakan Pengalaman, Bukan Hanya Konten

Ini benar. Anda bukan hanya sedang menyusun konten. Tapi juga berusaha memberikan pengalaman menyenangkan kepada audiens Anda. Secara umum, proses pembuatan konten pemasaran memiliki tiga pilar; Kreasi: menyusun konten Distribusi: melihat perkembangan konten tersebut Pengawasan: mengukur dan melaporkan keberhasilan konten. Namun jangan lupakan pilar keempat yang tidak kalah penting; pengalaman. Pilar ini mendeskripsikan atmosfer yang dirasakan audiens saat mereka membaca konten Anda. Yoan Schwartz menggambarkan proses ini sebagai berikut: Bayangkan Anda sedang meminum Pina Colada (atau fruit punch juga boleh) dengan dua skenario ini. Skenario pertama, Anda meminumnya di halaman belakang rumah. Anda melihat rumput yang belum sempat dipotong, bau samar-samar dari tempat sampah tetangga, dan suara deru mobil yang lewat. Skenario kedua, Anda meminumnya di pinggir pantai tropis yang indah. Air biru kehijauan terbentang di hadapan Anda. deru ombak dan kicau burung camar terdengar bagai simfoni. Ditambah semilir angin dengan aroma laut yang khas. Tidak perlu diperdebatkan, rasa minuman Anda pasti jauh lebih lezat saat berada di skenario kedua, bukan? Nah, begitu juga saat membentuk pengalaman pada konten Anda. suasana yang dibentuk akan berpengaruh besar terhadap tindakan audiens. Pengalaman adalah apa yang dirasakan pembaca Anda. Beri mereka atmosfer positif agar bisa menerima nilai tambah produk yang Anda tawarkan. Jadikan pengalaman itu membekas di benak mereka hingga pembaca Anda menjadi konsumen dan akhirnya pelanggan. Kami yakin bahwa konten adalah cara paling bagus untuk membangun hubungan yang berarti. Tapi bahkan konten paling bagus pun harus dikombinasikan dengan pengalaman yang membekas. Agar tujuan yang dicapai juga maksimal. (Yoan Schwartz) Saya mempelajari bahwa orang mudah melupakan apa yang Anda katakan. Orang akan melupakan apa yang Anda lakukan. Tapi mereka tidak akan melupakan perasaan yang Anda beri pada mereka. (Maya Angelou)

Terbitkan Konten Seperti Perusahaan Media Besar

Sebuah perusahaan media mengerti betul tentang pelanggan mereka. Mereka tahu bagaimana agar pembaca tetap bertahan hingga akhir artikel. Seberapa sering konten diunggah, membangun citra yang sesuai, membangun sistem operasional yang kuat dan hubungan yang khas. Mereka itu seperti raja rimba yang mengenal seluk-beluk hutan yang ditinggalinya. Mereka mengerti setiap sudut dan celah untuk membuat konten pemasaran yang sukses. Jika Anda ingin mengunggah konten seperti yang dilakukan perusahaan media, tentukan misi konten Anda. Apa tujuan utama Anda membuat dan mempromosikan konten Anda? Di atas adalah empat pertanyaan penting saat menyusun misi konten. Apa yang paling dibutuhkan pelanggan Anda? Apa yang bisa Anda lakukan untuk membantu mereka? Bagaimana Anda mendefinisikan target Anda secara demografis dan psikografis? Apa ruang lingkup konten Anda? Berikutnya, Anda membutuhkan platform yang tepat. platform ini seperti rumah bagi konten Anda. jadi pastikan apa yang Anda raih darinya sesuai dengan sebesar apa investasi yang Anda keluarkan. Platform digital terbaik adalah website Anda sendiri. penting sekali untuk memiliki konten Anda, menjaganya dari para plagiator. Sementara platform pihak ketiga seperti YouTube tidak terlalu konsen pada hak cipta dan sebangsanya. Bukan berarti Anda tidak boleh meletakkan konten Anda di sana, hanya saja jangan jadikan platform pihak ketiga sebagai ?rumah utama? konten Anda. Dengan misi yang tepat di platform yang tepat, Anda siap mengarungi dunia maya dan menjadi pemimpin pasar.

Bangun Hubungan Yang Autentik

Hubungan yang sehat bukan hanya dibutuhkan di dunia nyata, tapi juga di dunia maya. Dalam hal ini antara Anda dan audiens Anda. Selain membuat konten yang bagus dengan berbagai teknik. Serta menyertakan perasaan dan pengalaman pembaca didalamnya, menjalin hubungan yang tulus dan sehat dengan audiens juga dibutuhkan. Ada banyak content creator yang menggunakan kata-kata berbunga. Menggunakan tone of voice seramah mungkin, tapi hubungannya dengan audiens tidak ?nyata?. Ini saatnya bagi Anda untuk berinvestasi pada hubungan yang otentik. Selama beberapa dekade taktik pemasaran menjadikan kita pemasar yang malas berkomunikasi. Seringkali kita tidak memperhatikan lawan bicara kita?konsumen, pelanggan dan rekanan kita. Hanya peduli pada data?yang seringkali masih berupa perkiraan. Untuk memperbaikinya dan mendapatkan manfaat dari konten yang kita susun, mulailah melihat lawan bicara kita secara digital. Dengarkanlah, terhubunglah, dan jalinlah hubungan baik. (Ted Rubin?CMO, Brand Innovator) Mengekspresikan ketulusan di dunia yang minim interaksi nyata memang tidak mudah. Di era digital ini, Anda harus terkoneksi dengan orang lain menggunakan hati yang lapang. Menyabarkan diri menghadapi mereka yang lebih suka bersikap tertutup. Berikut adalah beberapa cara agar Anda dapat lebih mendengarkan, terhubung dan meningkatkan kualitas hubungan dengan audiens. Dengarkan: gunakan alat seperti Hootsuite untuk menggunakan keywords dan hastag di sosial media. Di Facebook, bergabunglah dengan grup dan forum yang aktif. Anda akan menemukan banyak kesempatan untuk bertukar pikiran. Terkoneksi: hargai postingan blog orang lain. Dengan memberi dukungan di kolom komentar, menyebarkan di media sosial, atau menawarkan testimoni terhadap barang dan jasa. Anda juga dapat mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang menginspirasi Anda di postingan medsos. Hubungan: jangan cepat puas dengan koneksi yang hanya terjalin sesekali. Lanjutkan hingga menjadi sebuah hubungan timbal balik yang terikat dan aktif. Baik terhadap audiens, mentor, followers maupun sesama anggota pada sebuah forum. Bangunlah koneksi yang otentik dan khas. Lalu cermati bagaimana efeknya pada peningkatan pemasaran Anda.

Mulai Berhubungan Sebelum Menerbitkan Konten

Jika Anda memiliki keunikan?baik pada diri, merk maupun produk?mempromosikan konten Anda akan menjadi jauh lebih efektif. Bahkan jika hubungan nyata dengan audiens belum tercipta, cakupan strategis dari hubungan yang Anda buat dapat menghasilkan capaian yang luar biasa. Lakukan strategi ini sebelum mengunggah konten promosi maka peluang untuk memaksimalkan hasil yang dicapai akan terbuka lebar. Hal ini terutama saat Anda berusaha mencapai kelompok-kelompok yang cenderung tertutup. Akan sangat kecil kemungkinan orang mau merespon promosi Anda tanpa ada hubungan sebelumnya. Menjalin komunikasi sebelum melakukan publikasi berarti Anda dapat memperkenalkan keunikan produk Anda. Merintis jalan promosi dan membukukan pencapaian yang lebih baik. Jika Anda orang yang ambisius, bahkan sah-sah saja jika ingin membuat perencanaan yang lebih terperinci terhadap prospek Anda. Jangan lupa menggunakan kalimat yang lebih personal. Hasilnya akan jauh berbeda dibandingkan kalimat kaku dan formal di dalam email. Namun jangan pula terlalu percaya diri. Bahkan konten yang luar biasa pun bisa saja tidak digubris. Walau begitu, dengan cara ini Anda akan punya basis walau belum mempublikasikan konten pemasaran. Jadi jangan heran jika Anda akan mendapatkan kesempatan besar untuk berhasil dalam misi.

Gunakan Sistem CRM

Sangat menyenangkan mengetahui bahwa CRM (Customer Relationship Management) yang terorganisir bisa memberikan informasi mengenai konten marketing. CRM akan memberikan data-data penting yang dapat mengajarkan banyak hal tentang audiens Anda. secara umum Anda dapat mempelajari tentang:
  • Kenapa calon pelanggan yang Anda prospek tidak bisa Anda jangkau
  • Mengapa mereka membanding-bandingkan tiap penawaran
  • Apa keraguan, ketakutan dan keinginan mereka
  • Mengapa mereka menyukai penawaran Anda
Faktor-faktor ini dapat dipakai secara langsung di kalender editorial Anda. digunakan untuk menebak dan memilih keyword yang unik. Galilah lebih dalam CRM Ada dan sibak rahasia ide konten yang unik dan menanti untuk dieksplorasi.

Ciptakan Strategi Distribusi Konten

Jika ada sebatang pohon di hutan tumbang, tapi tidak ada seorang pun di sana, apakah suara debamannya akan terdengar? Tentu saja tidak. Begitu juga saat kita memiliki konten, siap didistribusikan, tapi kanal distribusinya tidak teraih oleh audiens. Distribusi konten adalah kendaraan yang akan membawa konten Anda ke hadapan publik. Pada gambar di atas jelas terlihat bahwa menggunakan bermacam-macam kanal distribusi akan memberikan kesempatan yang lebih besar. Kesempatan agar konten Anda sampai dan dibaca oleh audiens. Jika promosi adalah cara untuk memperkenalkan konten, maka distribusi adalah cara untuk membawanya ?keluar kandang?. Langkah ini seperti menyebarkan link dan cuplikan konten di berbagai komunitas dan platform dunia maya. Anda sudah menghabiskan banyak waktu, pikiran dan tenaga untuk mempersiapkan konten. Menyusun strategi, menuliskannya, memberi desain, optimasi hingga publikasi. Jangan sampai semua langkah panjang ini sia-sia hanya karena tidak maksimal dalam melakukan promosi dan distribusi.

Buat Facebook Group

Kita telah banyak bicara tentang hubungan dengan audiens. Taktik terakhir ini termasuk cara membangn hubungan itu. Membentuk komunitas aktif dengan nama yang menarik. Nama yang berhubungan dengan produk atau merek yang Anda promosikan. Ada banyak cara lain sebenarnya yang bisa Anda tempuh, tapi kami sangat menyarankan untuk membangun grup Facebook Anda sendiri. Cara ini sangat murah namun efektivitasnya tinggi untuk meraih target market. Dengan sentuhan gaya komunikasi yang baik, Anda dapat mengembangkan grup ini. juga mempromosikan konten Anda tentunya. Bonusnya, hal ini nyaris tidak memakai biaya apapun. Promosikan grup Anda secara santun di dalam lingkaran pertemanan digital Anda. jika Anda telah memiliki anggota grup, cobalah hubungi admin atau pemilik grup Facebook lainnya dan lakukan kolaborasi. Entah itu membuat event bersama, give away, dll. Sebagai pemilik grup, sangat mudah untuk memposisikan diri sebagai pemimpin. Secara konsisten dan mengedepankan nilai-nilai yang Anda anut, jawab setiap pertanyaan dan dorong terjadinya percakapan. Lalu seiring waktu, Anda akan memiliki grup yang aktif dan dinamis. Sebagai sarana untuk menyebarkan dan mempromosikan konten Anda.

Kesimpulan

Jika Anda sudah merasa bahwa konten pemasaran Anda cukup bagus, semoga tulisan ini bisa memberi inspirasi di lain sisi. Karena sebenarnya, bahkan yang terbaik juga bisa dibuat lebih baik lagi. Adalah hal yang indah saat Anda menemukan jalan menuju kesuksesan. Jangan cepat terpukau pada buzzwords (istilah) maupun teknologi baru yang terlihat wah. Lakukan secara bertahap, hari demi hari, dengan teknik yang sudah terbukti keberhasilannya. Dengan begitu suara Anda akan lebih lantang terdengar. Sebentar, apa ada teknik rahasia lain yang terlewat di dalam tulisan ini? tuliskan di komentar dan teknik itu akan segera kami tambahkan.